Perbedaan Operasi Penjumlahan dengan Cara Lama dan Cara Baru

Zaman sudah banyak berubah dan ilmu pengetahuan pun semakin berkembang. Sehingga tidak dipungkiri bermunculan metode-metode baru dalam ilmu Matematika.

Salah satu dampak perkembangan zaman ini adalah perubahan metode mengerjakan operasi dasar Matematika. Termasuk terjadi pada operasi penjumlahan.

Cara kita mengerjakan operasi penjumlahan yang biasa kini jadi cara lama. Oleh karena teknik baru mengerjakan operasi penjumlahan sudah ada. Apa saja perbedaan operasi penjumlahan cara biasa/lama dengan cara baru ini? berikut ulasannya.


Perbedaan Operasi Penjumlahan dengan Cara Lama dan Cara Baru


1. Cara baru mengerjakan operasi penjumlahan dimulai dari depan

Kalau kamu terbiasa mengerjakan operasi penjumlahan dari belakang, maka sekarang saatnya kamu mencoba untuk mengerjakannya dari depan. Saya rasa mengerjakan operasi penjumlahan dan operasi hitung matematika lainnya dari depan jauh lebih masuk akal daripada dari belakang.

Namun ingat bahwa cara lama belum tentu kalah unggul dari cara baru. Setiap metode tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Tapi saya yakin kamu perlu mencobanya karena metode ini asyik. Metode mengerjakan operasi penjumlahan dengan cara baru bisa dilihat di bagian akhir postingan.

2. Cara baru lebih mudah

Baik cara lama ataupun cara baru dapat dikerjakan dengan 2 strategi yaitu bersusun ke samping atau bersusun ke bawah. Yang mana pun yang kamu gunakan bisa.

Pada cara lama, jika hasil penjumlahan lebih dari 9 maka puluhannya (simpanan) akan diletakkan di atas angka di depannya. Alhasil kamu harus menjumlahkan lebih dari 2 bilangan/angka sekaligus. Nah ini jika kamu menjumlahkan 2 bilangan.

Jika kamu menjumlahkan 3 bilangan maka kemungkinan kamu akan menjumlahkan 4 angka sekaligus. Metode ini dirasa dapat melambatkan memori otak untuk menghasilkan jawaban secara cepat.

Pada cara baru, berapapun bilangan yang dijumlahkan maka kita hanya menjumlahkan 2 angka saja. Ini kan karena hasil penjumlahan yang lebih dari 9 (dalam cara lama disebut simpanan) langsung disimpan pada tempat hasil. Jadi angka-angka tersebut tidak menumpuk.

3. Cara baru dapat menjawab soal operasi penjumlahan dengan cepat

Seperti telah diuraikan di atas, metode baru dalam mengerjakan operasi penjumlahan ini dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal penjumlahan. Dengan berlatih terus maka kamu dapat menjawab soal operasi penjumlahan dengan cepat.

4. Cara baru dapat meingkatkan daya ingat sehingga jawaban dapat dihasilkan tanpa menulis di kertas


Cara baru dalam mengerjakan soal operasi penjumlahan ini diyakini dapat meningkatkan daya ingat anak. Cara mengerjakan soal yang lebih sederhana dapat membuat kamu mudah mengingatnya dalam otak. Sehingga tanpa kertas dan pena kamu pun bisa menyelesaikan soal operasi penjumlahan tersebut.


Mari disimak contoh soal operasi penjumlahan berikut.

1. Pengerjaan soal operasi penjumlahan dengan cara biasa/lama

Hasil dari 67 + 49 = ...?

Cara mengerjakan soal di atas dengan cara biasa.

  • operasikan 7 + 9 hasilnya 16, tulis 6 pada tempat hasil dan simpan 1 di atas 6.
  • operasikan 1 + 6 + 4 hasilnya 11.


Jadi 67 + 49 = 116

Operasi Penjumlahan dengan Cara Lama dan Cara Baru


2. Pengerjaan soal operasi penjumlahan dengan cara baru

Berapa hasil dari 67 + 49 = ...?

Langkah mengerjakan soal ini adalah.

  • operasikan 6 + 4 hasilnya 10. Tulis 10 pada tempat hasil.
  • operasikan 7 + 9 hasilnya 16, tulis 1 kecil di atas angka 0 dan 6 besar karena 6 satuan.
  • operasikan 0 + 1 hasilnya 1.


Jadi hasil dari 67 + 49 = 116

Operasi Penjumlahan dengan Cara Lama dan Cara Baru

Artikel ini tidak menyarankan kamu untuk harus menggunakan cara baru dalam mengerjakan oprasi penjumlahan. Kamu dapat memilih cara mana yang tepat untuk kamu gunakan sesuai kemampuan kamu.

Demikian Perbedaan Operasi Penjumlahan dengan Cara Lama dan Cara Baru. Semoga bermanfaat.

You might like :

0 Komentar untuk "Perbedaan Operasi Penjumlahan dengan Cara Lama dan Cara Baru"

Ditunggu komentarnya gaess !

Widget Iklan Bawah Blog